"Kapan terakhir kita ketemu?" kata itu yang ku ucap semalam.
Ya, sesosok dia kembali hadir lagi menyapa ku yang tak ku duga sebelumnya. Sudah setahun lebih kita tak berkomunikasi, sMsan tak pernah telpon pun kita tak pernah. Hingga ku tahu semalam bahwa kamu tak punya number ku lagi sejak hape mu hilang.
Sungguh aku tak pernah membayangkan demikian adanya, seorang Mr. Misterius yang dulu sering aku puja hadir lagi seteah sekian lama hilang entah tak tau kemana? Aku heran kenapa engkau tetap bersikap sama terhadapku? Itu hanya akan membuat kita tersiksa.
Sungguh jujur aku tak akan menganggu mu lagi. Aku sudah janji, kamu pun demikian. Tapi kenapa kehadiran mu semalam itu seakan menandakan bahwa kamu tak rela melepasku. Aku ini siapa dan kamu siapa? Kita hanya dua insan yang mulai kenal 5 tahun yang lalu, dan kita sadar kita bertemu baru tiga kali selama 5 tahun tersebut.
Aku sadar kamu mencuri hatiku, tapi aku juga lebih sadar siapa aku didekatmu. Aku telah ikhlas kamu memilihnya. Bukan maksud ku dulu menolakmu, tapi kamu yang tak mau menunggu ku. Sekarang kita tak mungkin bersama, karena ada dia di dekat mu.
Sungguh semalam aku terkejut.
"Hay...lupa ya?"
Awalnya jujur memang aku lupa, tapi kamu tetap senyum manis pada ku. Aku pun tahu rasa dalam hati mu masih sama. Tapi entah kenapa aku lebih memilih menggali lubang untuk menguburnya. Aku kini hanya dan akan menjadi Adik buat mu, Mr. Misterius
"Aku tepati janji ku menemui mu. Aku datang hanya untuk mu." begitu kau ucap padaku.
Sudah jangan kau merayu, karena tak kau rayu pun aku masih sayang pada mu. Tapi aku wanita, kan ku simpan saja rasa didada. Tidak, aku tidak akan sakit, karena bagiku menyayangi itu tidak menyakiti justru benci itu yang menyakiti.
Mr. Misterius, sampai kapan kita kan seperti ini? Ini semua ku rasa tak akan berakhir
Wonosari, Oktober 02.2010