Film Untuk Angeline

Hujan di luar masih deras.
Saya jadi ingat adegan di film Untuk Angeline yang kemarin saya tonton bareng KopiersJogja.

Kita tentu sepakat bahwa anak anak adalah mutiara tiada tandingan, harta dari milyaran tumpukan harta yang tiada yang bisa menyainginya. Bahwa kita selalu setuju bahwa Tuhan mengirim anak anak untuk melengkapi kebahagiaan sebuah keluarga.

Kedai Nyah Tan Li Kasongan


Belakangan agak ngeri sih kalau lihat pemberitaan di televisi tentang "Swipping rumah makan" yang buka saing hari selama bulan ramadhan.

Menurut saya pribadi, ini semacam sebuah kekonyolan yang entah kenapa justru terulang setiap tahunnya.
Miris dan njelehi. Seolah-olah tidak ada agenda lain selain ngurusin hal-hal demikian. Padahal ibadah, dosa dan pahala, siapa sih yang tahu? #halahMin

Ramadhan Bahagia Berbagi Ceria

Kita sering menutup mata atau abai pada sebuah proses. Yang seringnya dilihat, dikomentari dan dibicarakan adalah hasil akhir.

Celakanya tanpa melihat latar belakang, sering mulut ini bilang; 'wah sukses nih' atau 'kamu kurang usaha, gagal deh ujungnya'.

Cakap Bermedia Sosial, Kenapa Tidak

Selalu ada hal-hal tidak terduga terjadi di dunia, entah itu dunia nyata atau maya. Rasanya jika belum pernah mengalami hal-hal konyol, menggelikan, nyesek atau menemukan hal inspiratif maka boleh dibilang hidup hambar.

Belum lama ini, saya, untuk kesekian kali dikejutkan dengan sebuah pesan masuk di akun facebook. Sebuah pertanyaan; mobile itu penting nggak sih untuk penulis?

Followers