Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kita saja

dulu aku adalah pendengar setiamu
yang selalu setia mendengar engkau berceloteh
bercerita tentang dia,
selalu tentang dia

Dongeng Sesaat

Dongeng Sesaat

Oleh: Mieny Angel
pada 05 Agustus 2011 jam 22:25

Menggelayut dalam benak dengan tanpa alasan khusus
Demi seucap kata
Bersuaralah
sejenak
Sekecap
Sekecap yang ku mau dan kau mampu
Lantumkan dongeng kidung dari jiwamu
Berucaplah
Aku ingin mendengarnya
Sejenakku lama


Agus 05.2011
Ramadhan tanpa suaramu,

Lelaki Lain

Lelaki Lain
Oleh : Mieny Angel

Kuperkenalkan diriku gadis pecinta rumput yang berkawan angin
Jawabmu, kau lelaki penikmat pantai beratap langit
Menebar keakraban dalam tutur manis
Lelaki lain yang mulai kukenal
Bahasanya, mawujud mungkin
Lelaki lain
Lelaki, pantai dan langit

#ocehanku


Wonosari - Juli, 28.2011

Pahatan Kecil di Monas

Pahatan Kecil di Monas
Oleh: Mieny Angel

pada 23 Juli 2011 jam 21:43

Monas
Mungkin kau diam
Tapi mungkin juga kau berbisik
Aku mau, ini rahasia
Rahasia jangan dia tau
Monas,
Ya aku datang bawa rahasia
Manis sambutanmu
Dan hujan pun ikut menyapaku
Di Jakarta

Monas, Juli 23.11


hanya untukmu- seseorang

Sajak Sore

Sajak Sore
Oleh: Mieny Angel

Kiloan meter kulangkahkan kaki
Kita jumpa,
Kau tersenyum menggoda
Dan aku tau
Kiloan meter tak terasa perih
Ada kau menanti
Kau tebarkan aroma cinta
Dan aku hirup dalam nafas
Sajak-sajak sore bergema
Menyela daun-daun telinga
Terlontar dari hati kita

MA

Wonosari, Juli 17.2011

Aku Kembali

Aku Kembali
Oleh: Mieny Angel

Aku kembali di sudut kotamu
Aku kembali membawa senyum sama
Walau tanpa balas darimu
Mungkin hati diam mengharap
Namun nyata tak terjawab
Dan aku kembali
Aku kembali
Ada dan tiada senyummu
Cukup kotamu menyambut
Aku kembali
Waktu telah tiba
Aku kembali
MA


Wonosarari - Juli, 17.2011

Kado dari RAN

Rakhmat Ari Nugroho 23 Februari 2011

Melangkah Lagi..


matahari menyinari seperti belati
mencari mata-mata yang masih terlelap

dan akupun terbangun
secangkir kopi telah ada di meja
senyuman telah tergambar di jendela
nyanyian burung-burung gereja
mengeja awan-awan yang berlarian

udara pagi yang ku hirup
hempas perlahan penuh harap

kaki melangkah lagi
mengejar mimpi…

Sayang Terlarang

Sayang Terlarang
Oleh : Mieny Angel

Menggigil memandang,
Apa yang terpampang,
Bukan hanya kau seorang,
Tapi ada dia di sebrang,
Dengan senyum yang mengembang,
Membuatku makin bimbang,

Andai ada yang menyelimutiku dengan tenang,
Aku akan menyambut dengan girang,

Ah pikiranku melayang,


Wonosari, Januari 08.2011

kutulis ini untuk mengingat siapa [aku] [kau] dan [dia]

Kolaborasi Puisi Mieny Angel feat. Nessa Kartika

Bedari Dan Bintang
oleh : Mieny Angel feat. Nessa Kartika

sayang tak dilarang
rindu mengambang
wajah terkenang
Bedari seorang

tapi ternyata dia milik seseorang

Namun perasaan siapa bisa melarang
tak akan walau seorang

biarkan saja rasa itu terus bersarang

cintaku cinta awang-awang
tak jelas rupa tak pernah pandang
maya tempat benih cinta b...ersarang
rindupun tak sembarang
andai ternyata memang tak berpasang
biarkan jadi kenangan

Pengharapan (kolaborasi Puisi I)

PENGHARAPAN

oleh : Moh. Ghufron Cholid feat. Mieny Angel



Tak kuduga
Abjad-abjad duka
Tertata dalam baris lahar dingin
Romantis menebar ketakutan

Berdiri ku dihadap pada kenyataan
Berjuang ku untuk menguatkan diri
Tumpuan ada di pundak

kini setelah lahar merenggutnya

Kita, tentang kisah kita

Kita, tentang kisah kita


Oleh : Mieny Angel

Malam gelap, dingin menusuk masuk melalui pori-pori
Menemani jiwa ragaku yang masih tetap sendiri
Sedang detak jarum jam dinding terus beradu
Aku kembali memikirkan memory kita,
Kita, tentang kisah kita
Tersenyumlah kembali…..



Wonosari, Januari 05.2010 / 00.16

Aku yang pernah singgah di hatimu
Mieny Angel

Cemburu

Cemburu
oleh : Mieny Angel

mataku mata yang cantik
hatiku hati yang sabar

kenapa...

kenapa harus mengeluarkan air mata?
kenapa harus sesak....

yakinlah ada yang terbaik...
kalau bukan diri sendiri siapa lagi yang menguatkan

tanganku tangan yang lembut
hapuslah air mata di pipi

kakiku kaki yang mungil
hayuk berjalanlah pelan terus melangkah k'depan

menuju yang terbaik lagi...
usai kau simpan cemburu itu


Wonosari, Desember 31.2010

saat kupandang foto dia Master (s)

MAKNA

Makna
Oleh : Mieny Angel

bermain-main bersama kata
menyampaiakn sebuah cerita
tersusun rapi indah menarik untuk dibaca
aku hanya ingin berbagi rasa
lewat sebuah rangkaian kata

semoga menjadi sesuatu yang penuh makna
terimakasih kau sudah bersedia

menemaniku menyelam dalam lautan kisah kita
kita

kita berdua

to : kau yang selalu setia


Wonosari, Desember 25.2010 / 10.27

Puisi 1 Muharam Grup UNTUK SAHABAT (UNSA)



Jalan-Mu
Oleh : Mieny Angel

Tertunduk bersimpuh
Tengadah tangan ini atas Engkau
Dihamparan kain usang dalam ruang sempit, sepi

Terlampau jauh sudah kumelangkah
Langkah kaki-kaki mungil ini
Jalanan yang tiada mulus
Berliku berkerikil
Jalah entah jalan apa itu namanya
Ah, aku tak mengenalnya

Tertunduk kini ku menghadap-Mu
Engkau Sang Pemilik Alam
Sekali ini saja sebelum semua usai, ijinkan
Ijinkan ku mengenal Engkau
Kembali ke jalan yang semestinya

Jalan menuju-Mu
Sebelum nafas berhenti berhembus
Ijinkan,
Ijinkan kumenapaki jalan-Mu

Wonosari, 1 Muharram 1432 H


Puisi ini diikututkan dalam Puisi 1 Muharam Grup UNSA, tema Taubat

LOMBA BEKASI BERPUISI


Dialog : Selimut Malam
Oleh : Mieny Angel

Malam,
Titip jiwa-jiwa lelap ini
Selimutilah dengan dingin malammu
Biarkan mereka merebahkan tubuhnya
Sejenak biuslah dengan keindahan hadirmu, malam
Indahnya alam mimpinya

Malam,
Kutitip dia padamu
Jagalah jiwa-jiwa lelah ini
Biarkan terus terlelap dalam dekapmu
Cumbulah hembusan nafasnya
Menghilangkan letih di raganya

Aku Lemah Aku Kuat

letih ku tertatih
mencoba untuk mengimbagi mu
namun semakin ku paksa semua seakan sia-sia
berusaha ku terus mencoba
mendekat walau itu sulit
dan benar sulit kau untuk ku gapai
aku jatuh, kali ini benar-benar terjatuh
tapi aku masih abadi
aku belum hancur karena satu
satu impian dihati
menjauh kenapa kau tak menjauh
bahkan kita bak bayangan

JERITAN

Jeritan hati ini
Mengapa tak engkau dengar wahai
Yang ada di gedung megah itu

Lihatlah tuan pada perut kami
Kami lapar mengharap sesuap nasi
Tubuh kami menggigil kehujanan
Tubuh Kami terbakar sang mentari

Kami tak ada tempat untuk berteduh tuan

Menunggu


Banyak kata yang ingin ku sampaikan
tapi kata itu tak mampu aku ucapkan
hati ku tak mampu bila bersama mu
rasanya hati ini meleleh
mulut seakan terkunci
mungkin hanya mata ku yang berucap lirih
dan kenapa hati mu tak menyadarinya

seandainya ku diberi kekuatan
kekuatan untuk dapat mengatakan semua
dan kalau ada yang mampu bantu aku,
mengungkap semua

apa kau kan tau itu...??

Ketika Kau Membisu

Kenapa semua musti selalu seperti ini...???
Aku paling benci saat hatiku seperti ini
Mungkin kamu tak tahu
Ya...karena memang hanya aku yang tahu
Dan aku pula yang merasakan
Merasakan apa yang aku rasa....

Aku...Ya Aku,,,
Bukan seorang kamu yang egois..


Aku Bosan terus seperti ini
Semua aku lakukan, tapi seakan
Semua tiada arti dimata mu
Di mata yang tatapannya membuat ku sakit
terluka....teramat perih

tak kan ada seorang pun yang kan mau peduli
memandang ku dalam ketiada berdayaan
apakh aku harus selalu berjuang sendiri....???
aku lelah menjalani semua...!!
aku hancur dengan diriku
yang entah seperti apa diriku ini...

mungkin bagi orang lain,
ini bukanlah hal yang maha Dahsyat....!!!!
tapi bagi seorang aku
wanita lemah yang tak berdaya,
aku bukanlah mereka....aku hanya aku

kamu apa kamu dengan itu
apa kamu tahu aoa yang aku rasa...
Jangan Kau membisu,
Hatiku menjerit-ierit...
Jangan kau berpura-pura tak mendengar...

-------mieny_angel-------

Puisi ini tlah lama tercipta
tercipta karena perasaan yang sedih.
Tapi sekarang ku tlah bangkit....Aku masih punya yang lain
punya kawan sahabat yang ada menemani....

wonosari, Agus 17.06

GenggaM taNGaN Ini


...Aku untuk b'diri sEnDiRI aku tAk sanggup
ingin Aku b'GandengaN Saling MenegakkAN...MamaPah LanGkaH Kaki
tapi aku Rasa itu sMua sulit Kalah Oleh k'EgoisaN .....
KadaNg Ku ingin Deket....Mendekat Pada Mu....
tapi Hati Ku Membrontak..tAk izinkaN Langkah Ku MenDekat...
d'AntaRa Kita,,ada Dia SaHABat Ku...SaHABat Mu yaNg sLaLU ada....
( SaHABat.......GeNGgaM eRat taNgan ini...)



Aku CuMa mRaSa tLaLU JauH DarI Mu...
Aku MemaNg tAk BiSa NgeRtiiN Kamu...ma'af Kan diRi Ini YaNG tLaLu BanYak MeNuntut...
Aku CuMa MaNUsia BiasA...
BiaRkaN sMua sEpeRti ini adanYa..
ma'af JiKA Ku PutuSkaN tuK MeNjaUh...
dUnia ini Penuh deNgaN FataMorGaNa yaNG MenGanGGu PaNdanGAn MatA ini
aKu b'UsaHA untuk MeLaWannya tapi teTap MatA ni t'ButakaN
tLaLu Bodoh diRi ini yanG haNYa mengiNgiNkaN DuNIa...
taNpa b'Fikir PaNjaNG....tlalu boDoh untuk tERLeNa....

Ya Allah....
Ma'afkaN HaMBa...
HamBa yanG t'LeNa OlEh FataMorGanA DuNIa...
JaNGaN BiaRkaN HaMBa...MeNjauH dan b'beLOk Arah....
HanYa JalAn-MU yaNG InGIN Ku LaLUI....
BiMbiNGlah HamBA sLALu...

Tiket Promo

Followers