Anak-anak dan Dunia dalam Genggaman Mereka

Mungkin kita pernah kesal dengan beberapa pertanyaan berikut ini; kapan nikah? Kapan hamil. Kapan punya anak? Kapan anak kedua lahir?

Saya, yang belakangan menganut prinsip JOS (Jomblo Sampai Sah) sering banget mendapat terror seperti itu–kapan nikah?. Seperti langganan saja, pertanyaan itu selalu muncul dari orang-orang di sekitar. Saya biasanya hanya menjawab, “doakan saja yang terbaik.”


Bibir mungkin berkata demikian namun di hati kadang berteriak, “Hoe emangnya saya tuhan yang bisa tahu kapan jodoh datang, kapan hamil dan kapan mati?” 

Saya bertanya-tanya, kenapa terror (pertanyaan) seperti itu menjadi sebuah budaya di tatanan masyarakat kita? Kenapa tidak pertanyaan itu diganti dengan sebuah ungkapan kegembiraan berbalut doa, missal; semoga kebahagiaan selalu menyertaimu, semoga jodohmu adalah yang terbaik dari yang kumpulan orang-orang baik. Atau missal begini; nanti kalau anak kamu lahir, sudah siap apa saja? Mau kado apa?

Nah kalau pertanyaannya seperti itu, kan, kesannya jadi enak. Obrolan juga lancar. Jadi tetap bisa saling tukar informasi. Ketika anak lahir lalu tumbuh jadi bocah yang menggemaskan pasti kita butuh orang lain untuk berbagi informasi seputar merawat dan menjaga anak.

Konon menjadi orang tua itu bukan perkara mudah. Tidak hanya sebatas memberi nama, memberi makan dan pendidikan. Tapi lebih dari itu, di luar sana banyak ‘virus-virus’ yang akan menyerang anak-anak. Salah satu virus itu bernama teknologi.

Perkembangan teknologi pasti menimbulkan dua sisi; postif dan negatif. Itu pasti.
Sayangnya, terkadang sekat antara positif dan negatif itu sangat tipis bahkan hampir menghablur. Lebih tipis dari kabut pagi hari usai hujan semalam. Konon mereka yang paham bahwa itu negatif tetap membenarkannya dengan dalil ‘belajar dari pengalaman’.

Kalau ada mama-mama muda curhat tentang anak mereka yang kekinian; yang tidak bisa kalau tidak bermain gadget, maka ada baiknya kita sarankan ke mama muda itu untuk memperkenalkan AcerLiquid Z320 ke anak-anaknya. Konon dari info yang saya dapat, gadget satu ini salah satu produk teknologi kekinian yang ramah anak. Acer Liquid Z320 merupakan smartphone terkini yang dihadirkan oleh Acer.


Kenapa produk ini dibilang ramah anak?
Begini, mau tidak mau, zaman sekarang anak-anak sudah mengenal smartphone. Bahkan bagi anak SD, punya smartphone sudah seperti sebuah kebutuhan. Yang jadi masalah, bagaimana dampak yang diakibatkan dengan gadget tersebut?

Agar anak-anak terhindar dari pengaruh negatif smartphone, peran orang tua sangat penting. Orang tua haruslah aktif mengawasi pergerakan anak-anak. Namun bagaimana jika anak jauh dari jangkauan? Nah di sinilah peran Acer Liquid Z320. Produk ini sudah dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang akan menjadi ‘satpam’ bagi anak-anak yang memainkannya.

Adalah fitur Kids center namanya.

Kelebihan fitur ini adalah bisa menjadi wahana belajar yang mengasyikkan karena berisi konten bermanfaat. Anak-anak senang, orang tua tenang. Game yang ditawarkan di sana juga merupakan game-game pilihan yang bisa mengasah kecerdasan anak.

Kelebihan yang lain, seperti yang saya bilang tadi, fitur ini bisa jadi ‘satpam’ bagi anak-anak karena fitur di dalamnya mempunyai semacam kontrol yang akan membatasi setiap konten yang sedang dijalankan. Ada fitur pre-install yang akan membatasi aplikasi atau data yang sesuai untuk diakses anak-anak. Juga ada parental control yang akan mencegah anak untuk membuka situs ‘tidak layak’ dan juga menghindarkan dari mendownload hal-hal senonoh.   

Selain itu ponsel pintar ini juga sudah dilengkapi dengan banyak aplikasi. Bahkan kamera yang cukup cakep kalau sekedar ingin bergaya dalam foto.
Jangan khawatir mengenai bentuk dan gaya. Karena tampilannya ramping dan elegan. Mungkin anak anak belum terlampau berpikir sampai sini, tapi orang tua bisa memberi gaya.

So, jika nanti ada yang rese’ tanya kapan kamu nikah, jawab saja; kapan anak-anak dibelikan gadget yang ‘ramah’.

Percayalah mereka pasti akan diam, meski hanya sejenak. Kalau sudah begitu, lanjutkan berkata, “Anak-anak harus tahu dunia kekinian karena kelak pada mereka kita akan titipkan dunia.”

Kalau masih bingung maksudnya ramah itu apa, perlihatkan saja Acer Liquid Z320 yang kamu punya.

2 Response to "Anak-anak dan Dunia dalam Genggaman Mereka"

  1. hmmm,,udah pengalaman ngasih smartphone ke anak sulung saya yang umur 7 tahun..dan ternyatanya emang efeknya banyak negatifnya... people said, kita hidup di era smartphones, stupidhuman.. yang pinter HP nya, penggunanya?? hmmm... aniwei, nais inpoh :)

    Mini GeKa says:

    Anak anak punya masanya untuk diawasi. Anak anak tanpa mengikuti perkembangan akan jadi ketinggalan

Posting Komentar

Mini GK author from Gunungkidul, Indonesia

Tiket Promo

Followers