Bersahabat Dengan Air Untuk Hidup Lebih Bahagia


Jangan pernah mencubit jika engkau tak mau dicubit. Jangan menyakiti jika engkau tak mau disakiti. Sebuah air tak akan pernah ‘mengganggu’ jika ia tak diganggu lebih dulu. Cintai lingkunganmu, tempat air berada, maka ia akan selalu menjaga kita bahkan tanpa kita minta.

Sebuah pepatah yang sering kita dengar; air adalah sumbe kehidupan. Apa jadinya jika yang dimaksud sumber kehidupan tersebut mengalami kemerosotan kualitas bahkan menjerumus menjadi sesuatu yang berbahaya?

Merujuk pada KBBI, air berarti cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak bebau yang terdapat dan diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan, yang secara kimiawi mengandung hydrogen dan oksigen.


Dari definisi tersebut kita bisa ambil satu kesimpulan; ketika air itu berwarna (tidak jernih), berasa dan berbau, maka bisa dipastikan bahwa air tersebut telah tercemar.

Dalam khasus sehari-hari, sesuatu yang tercemar berarti kotor. Bisa jadi tidak layak pakai. Pun begitu dengan keberadaan air yang tercemar. Kita yang pada kehidupan sehari-hari tidak bisa lepas dari air, akan merasakan racun jika terus-terusan mengkonsumsi air yang tercemar tersebut.

Jika kita mengkonsumsi sesuatu yang tercemar secara terus menerus, maka lama kelamaan sistem kekebalan tubuh kita yang akan rusak. Air yang kita minum akan bercampur dengan darah dan akan sampai ke otak. Jika ternyata yang sampai ke otak kita adalah sesuatu yang berbahaya maka dapat kita ramalkan kedepannya seperti apa.


Air sekali lagi adalah bagian terpenting dari hidup kita. Tubuh kita pun tersusun dengan air.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita memerlukan air bersih. Yaitu air yang berkualitas dan memenuhi persyaratan layak konsumsi/ tidak tercemar.

Beberapa manfaat air dalam kehidupan:
1. Keperluan rumah tangga. Contoh: minum, masak, mandi, mencuci.
2. Keperluan bertani dan berkebun. Untuk menyiram tanaman.
3. Keperluan industry. Untuk pabrik dan bangunan.
4. Keperluan peternakan, pelayaran dan dagang.

Berikut ini beberapa sumber air bersih yang dapat kita jumpai:
1. Mata air, yaitu sumber mata air yang sudah ada tanpa harus kita lakukan pengeboran. Biasanya sumber mata air ini berada di daerah pegunungan yang punya hutan lebat. Tanah terserap oleh akar tumbuhan dan bertahan menjadi sumbe mata air.
2. Sumur. Secara umum, masyarakat telah mengenal sumur sejak puluhan tahun lalu. Kalau dulu masyarakat menggali tanah dengan cara manual/ mencangkul untuk mendapatkan sumur dengan sumber air jernih, kemajuan teknologi sekarang memungkinkan kita untuk menggali sumur dengan cara pengeboran.
3. Sungai. Pemanfaatan air sungai masih terlihat di daerah-daerah pedesaan. Untuk perkotaan, sayang sungai sudah banyak tercemar.
4. Danau. Sebuah genangan air yang sangat luas. bisa juga sebuah penampungan air yang sangat luas yang sengaja dibuat manusia, atau istilahnya danau buatan.
Meski demikian, tidak semua air-air itu bisa kita konsumsi/ diminum. Melainkan ada sebagiannya yang hanya bisa untuk keperluan mandi atau mencuci saja.

Selain itu pencemaran yang kerap menghampiri air bersih menyebabkan air itu tidak layak konsumsi.
Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mempertahankan/ merawat air kita untuk kehidupan yang lebih bahagia.
1. Sedini mungkin, menyadari bahwa sampah bukanlah teman bagi air. Buang sampah pada tempatnya. Jangan sekali-kali membuang sampah ke selokan atau kali. Jika memang harus, pisah-pisahkan sampah antara sampah organic dan non organic.
2. Bijaklah dalam memakai air. Jangan menghambur-hamburkan air. Pakailah seperlunya saja.
3. Mencintai tumbuhan. Hutan gundul, penebangan secara liar berpotensi besar menghilangkan sarana alami yang biasa berperan menyerap dan menyimpan air. Kalau sudah begini, banjir akan sering datang di musim penghujan. Kekeringan hebat di musim kemarau.
4. Biasakan menanam tumbuhan baru jika kita telah mencabut tumbuhan yang ada. sebagai ganti untuk ke depannya.
5. Jangan mencemari tanah dengan obat-obatan kimia.
6. Buatlah kakus dengan jarak jauh dari sumber air/ sumur. Ini penting karena limbah kakus berbahaya jika sampai tercampur dengan bahan makanan/ minuman kita.

Sudah saatnya kita sadar tentang sesuatu yang penting dan perlu kita jaga untuk kebahagian kita dan keturan kita.
Mulailah dari diri sendiri. Mencintai air dan lingkungan berarti anda sudah satu langkah menuju hidup yang lebih sehat dan bahagian.

Ramadhan tahun ini, saya berkesempatan mendatangi Pabrik Aqua di Klaten. Agaknya, apa yang dikembangkan di sana (pabrik Aqua) patut kita adopsi secara massal.
Dari penjelasan yang saya terima, aqua terus memelihara lingkungan sekitar pabrik untuk mendapatkan sumber air yang selalu bersih, sehat dan tidak tercemar dan tentu saja selalu ada.
Sebagai contoh, pihak aqua mencanamkan gerakan sadar hutan. Yaitu suatu tindakan, wewenang yang melarang penebangan hutan secara liar. Masyarakat dan pihak-pihak terkait diharapkan memelihara hutan dengan sebagaimana alamnya terjaga. Membiarkan hutan tetap ada seperti sedia kala.

Selain itu, ada banyak hal menarik lainnya, yaitu sebuah 'rantai kemanfaatan', saya menyebutnya demikian. Seperti yang kita ketahui, Klaten lumbung padi. Untuk menjaga lingkungan pihak-pihak terkait memanfaatkan limbah kandang yang ada. Jadi, sapi makan rumput, kotoran sapi kita oleh; menghasilkan gas dan pupuk. Gas dipakai untuk kebutuhan masak atau yang lainnya. Sedang pupuk dikembalikan ke tanah untuk memupuk tanaman. hal ini sangat berasa manfaatnya karena tanah tidak perlu kesakitan karena terkena limbah dari pupuk pabrikan.

Ada lagi, pengembangan Burung Hantu.
Apa hubungan Burung Hantu dengan air??
Perlu diketahui, hasil padi dan tanaman di persawahan punya predator yang selalu mengincar. antara lain tikus. Tikus ini setiap harinya merajalela. Butuh sesuatu yang mampu membasminya namun tidak merusak kadar kealamian tanah. Maka dikembangkannya Burung Hantu ini dengan maksud si burung hantu bisa menjadi sang predator dari tikus sehingga lagi-lagi para petani tidak perlu memakai bahan-bahan kimia yang nanti bisa membahayakan.

Dengan demikian alam dan lingkungan tetap terjaga. Dan air bebas dari pencemaran.

3 Response to "Bersahabat Dengan Air Untuk Hidup Lebih Bahagia"

  1. Setuju. Back to nature biar sumber air dan lingkungan kita terjaga

    neng tempat ku saiki lg do musim sumur asat mbak

    Mini GeKa says:

    @Fifadilla, sudah saatnya kita sebagai generasi muda yang melek lingkungan harus berjuang untuk hidup yang lebih baik.

    @Apri, oh kekeringan terkadang memang susah untuk dihindarkan. tapi harus kita ingat bahwa terkadang kekeringan yang terjadi juga karena disebabkan kita yang tak mau menjaga kealamian tempat kita. hutan yang dulunya banyak tergantikan rumah-rumah. dan tak adanya saluran resapan air

Posting Komentar

Mini GK author from Gunungkidul, Indonesia

Tiket Promo

Followers