Bunda....Aku Menunggu Mu



Kamar itu terlihat sangat rapi. Barang-barang yang ada di dalamnya pun terlihat sangat mewah, dinding kamar dengan cat warna biru langit terlihat nyaman. Jendela kamar sore itu terbuka, ada hawa semilir memasuki ruangan. Di dalam kamar itu terdapat tempat tidur, yang diatasnya terbaring sesosok wanita kira-kira berusia 40tahunan. Tubuhnya terlihat kurus dengan balutan gemis coklat. Tepat disamping ranjang seorang laki-laki berusia 27tahunan duduk bersimpuh sembari tangannya menggenggam tangan wanita yang terpejam matanya di atas ranjang itu.

"Bunda, Rexsa mohon Bunda bangun", bisik laki-laki yang tak lain adalah anak wanita yang terpejam itu.

Tak ada jawaban dari orang yang diajaknya berucap.
Semilir angin masuk ke dalam melalui jendela, membuat korden jendela melambai-lambai.



"Bunda, Rexsa mau Bunda menemani Rexsa saat Rexsa menikah nanti. Rexsa sayang bunda", masih terus sang anak bersimpuh sambil tetap mengenggam tangan sang BUnda. sesekali terlihat sang anak bangun mencium kening sang Bunda.

Tak terasa air mata membasahi pipi Rexsa. Laki-laki tegap itu tak kuasa menahan air mata demi melihat Bundanya terbaring tak berdaya di ranjang tersebut. Dia berharap Sang Bunda segera siuman dan sembuh. Sang Bunda baru saja menjalani operasi. Sudahlama penyakit itu menjalar ditubuh sang Bunda. Sang anak tak kuasa melihat penderitaan sang Bunda, siang malam Rexsa selalu berdo'a memohon pada Sang Illahi Allah S.W.T. untuk kesembuhan sang Bunda. Siang malam pula Rexsa menemani sang Bunda. Tak ada sedikit pun kata lelah.

Sebentar lagi sang anak akan melaksanakan pernikahan yang sudah lama dinantikannya. Sang anak berharap sang Bunda akan menemani dihari bahagianya nanti. Rexsa adalah anak yang sholeh selalu berbakti pada orang tua. Tak pernah sekalipun Rexsa menyakiti hati orang tuanya.

"Bunda....", air mata itu terus meleleh sore itu.
"Kanda....", tanpa Rexsa sadari, Nurpikawati calon mempelai dari Rexsa sudah ada dalam kamar itu.

"Sudah kanda, jangan terus meneteskan air mata. Bunda pasti baik-baik saja. Operasi berjalan dengan lancar. Bunda akan segera siuman dan pasti akan ada di dekat kita saat pernikan itu datang".

"Dinda, apa mungkin dihari bahagia nanti Bunda akan berkumpul bersama kita?" Rexsa menghapus air mata yang membasahi pipinya.
Nurpikawati hanya tersenyum sambil menganggukan kepala.

"Dinda, aku takut".

"Kanda, jangan pernah berfikir yang macam-macam. Kanda harus terus berdo'a untuk kesembuhan Bunda juga untuk pernikahan kita nantinya. Kanda, dari kecil sampai sekarang kasih sayang Bunda selalu ada buat Kanda, Insyaallah senyum Bunda pun akan ada untuk kita sekarang, juga nanti.Saat ini Bunda hanya tertidur, istirahat.Bunda baik-baik saja Kanda", Nurpikawati mencoba menenangkan calon suaminya.

Nurpikawati gadis ayu itu duduk diatas ranjang, mendekati sang Bunga yang masih terlihat cantik, walau baru saja menjalani operasi kanker payudara.

"Do'a anak yang sholeh selalu dikabulkan oleh Allah. Kanda masih percaya pada kuasa Illahikan. Allah itu Maha Pengasih Penyayang pada setiap umatnya. Segala usaha telah kita lakukan, jangan lupa Do'a juga kanda. Percayalah pada Sang Kuasa".

"Ya Allah, ma'afkan hambamu ini, terkadang Iman ini lemah. Iya Dinda, aku masih percaya pada kuasa Illahi Ya Rab. Hamya pada-NYA tempat kita memohon dan bergantung. Bunda, anak mu yakin pada hari bahagia nanti senyum bunda akan menemani kami".

"Amin...Amin...Ya Rab", Nurpikawati mengamini apa yang diucap oleh Rexsa.

"Bunda, Bunda tidak sakit lagikan? Bunda lekas sadar yach, Rexsa kangen ditemani Bunda. Bunda, ini calon mantu Bunda yang telah Rexsa lamar. Namanya Nurpikawati. Gadis yang sesuai dengan kriteria Rexsa dan juga Bunda. Bunda masih ingatkan, Bunda pasti sayang padanya", Rexsa mencoba bicara pada sang Bunda yang masih juga belum siuman.

Kembali semilir angin menyapa kamar itu.

"Kanda. Bunda pasti dengar. Bunda jugakan dah kenal sama Pika. Lebih baik kita tersu berdo'a saja. Do'akan untuk kebaikan semua, biar Bunda lekas siuman dan akan menemani, berada di antara kebahagian kita kelak".

Nurpikawati tersenyum, diikuti kemantapan Rexsa.


"Bismillahirahman nirrohim......
Ya Allah Ampunilah Dosaku dan Dosa Kedua orang tuaku,
Sayangilah keduanya Sebagaimana mereka menyayangi aku sejak kecil,
Ya Allah sembuhkanlah beliau, hanya pada-MU Ya Aallah kami meminta dan Memohon. Kabulkanlah Do'a Hamba-Mu ini Ya Allah....

Amiin...Amiin...Ya Rab....."



Bunda.....
Aku anakmu yang lemah tanpa mu
Pelukan mu menenangkan hati anak mu ini
Senyuman keikhlasan menyejukkan jiwa ini
Langkah ku selalu teriring Do'a dari Bibir Mu
Letihmu adalah demi aku
Abak mu yang telah engkau asuh penuh sayang
Jasa mu Bunda, tak cukup waktu harta untuk menggantikannya
Betapa mulia engkau bunda,
Jasa mu tiada tara........

Ya Allah....
Kepada Engkau ku bersembah sujud
Dalam Do'aku, Ku Memohon segalanya
Do'a ku untuk Bunda...
Bunda ku terkasih...
Ya Rahman Ya Rahim...berilah kesembuhan pada Beliau

-------mieny_angel-------

Janur Kuning,...

Ku Mohon Ya Allah Berkatilah kedua Mempelai
Semoga Pernikahan ini akan langgeng selamanya,
Kan tercipta Keluarga Sakinah, Mawadah marohmah...
Dengan segala Rizky dari Engkau Ya Allah..

Berikan keturunan yang terbaik untuk mereka...
Amien..Amien Ya Rab...

-------mieny_angel-----

Wonosari, agus.01.2010
Kisah Ini Kado Buat
Kak Rexsa & Kak Nurpikawati...


( ma'ap jika ada yang tak b'Kenan )

6 Response to "Bunda....Aku Menunggu Mu"

  1. tukar link broo..pasang link ku dulu kalo sudah konfirmasi ke blog ku yah

    hallo Mieny...kalo mw pasang link di posting, select/block aja tulisan yg mau dijadikan link. trus klik menu link/gb rantai, masukkan alamat urlnya...coba aja

    ade',,,,,,,,,,itu artikelnya baguss ^^,... :) ,..

    motogp says:

    nice article my friend

    Fadel says:

    wah artikelnya bagus sobat :D teruslah berkarya ;)

    makacih kawan semua telah membaca kisah d'atas...

    kisah itu ku tulis buat temen FB ku yg potonya ku pajang itu....

Posting Komentar

Mini GK author from Gunungkidul, Indonesia

Tiket Promo

Followers