Episode Putri Tidur


Episode Putri Tidur
Oleh : Mieny Angel

Dan aku telah tertidur untuk sekian lama. Entah itu hujan panas atau angin kencang datang silih berganti, aku masih tetap diam, terdiam di atas rumput hijau ini. Mataku memang terpejam tapi tidak dengan hatiku. Telinga pun tak mampu mendengar apa pun namun hatiku mampu merasakan semuanya.

Tak banyak orang tahu apa yang terjadi denganku. Aku bukanlah bukit kecil seperti yang mereka bilang selama ini, namun jauh dari itu semua. Aku adalah jiwa sebenarnya jiwa seperti manusia pada umumnya.

Hanya karena kecintaanku pada rumput hijau, seorang nenek sihir mencoba untuk mengutukku karena aku tak pernah menurut perintahnya untuk membabat seluruh rumput dan semak yang ada di dunia ini.

Maka murkalah si nenek sihir, merubahku menjadi sebongkah bukit yang lebih mirip putri tidur. Ya karena memang bukit itu adalah aku, tubuhku yang menyatu dengan rumput hijau dan semak.

Anehnya selama aku dikutuk menjadi bukit putri tidur, rumput-rumput itu tidak langsung musnah dibakar oleh nenek sihir. Rumput itu makin subur tumbuh menghijau. Menjadi makanan beberapa hewan liar atau pun hewan ternak para petani. Tak jarang hewan kecil hidup di atasnya. Aku suka pada mereka, mereka tak pernah jahat di atas permukaanku. Bisa dipastikan mereka sadar bahwa bukit yang mereka jejaki adalah bukan bukit melainkan putri tidur.

Jangkrik, kupu-kupu, belalang juga hewan yang lain hilir mudik mendatangi membawakan cerita untukmu melalui suara-suara khas mereka. Aku suka dengan suasana seperti itu. walau aku tak mendengar atau tak melihat, hatiku merekam semuanya.

Jujur aku inginkan hidup seperti ini. Namun aku adalah manusia, aku tak bisa menjadi bukit, bukit bukanlah wujud asliku. kalau boleh kumeminta pada-Nya satu permintaan, "God, tolong bangunkan aku. Aku janji akan menjaga apa yang telah ada. Aku siap pertaruhkan hidupku melawan nenek sihir demi hijau bumiku."

Aku menjerit namun tak keluar suara yang mampu kalian dengar. Kalian malah menyebutnya gempa. Aku menangis namun tak ada air mata yang hadir. Hanya anak-anak sungi yang tiba-tiba muncul dipermukaan. Kalian bilang itu mata air baru.

Jadi apa harus aku berwujud bukit ini untuk dapat membantu yang lain? Apa selamanya aku akan menjadi 'putri tidur'?

Siapa pun kalian tolong jawab aku.


Wonosari, Maret 08.2011

6 Response to "Episode Putri Tidur"

  1. Kalau putri tidur, berarti perlu ada yang membangunkannya. Maaf, mungkin tidak bisa menangkap makna secara persisi sebegaimana dikehendaki penulisnya (bukan pujangga :-)

    Salam ukhuwah

    hehehe hohoho....

    secara dongeng ada itu pangeran yang membangunkan, but terserah pembaca saja :D thanks komentnya

    ndak mudeng blas mbak,, yang kayak gitu,,

    hehhehe

    wkwkwkwkwkw... masak sich

    hai sy benar2 mengunjungi blog anda hahahaahh
    kunjungi balik ya jeung, kali aj sy kasi buntelan

    hahaha si Mbak, buntelan apakah???

Posting Komentar

Mini GK author from Gunungkidul, Indonesia

Tiket Promo

Followers