Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogja; Berburu Manuk Londo

Kapan ke Jogja lagi?
Apa sih yang Anda suka dari Jogja? Ramah orangnya. Nyaman tempatnya. Tempat wisata yang memesona. Surga belanja dengan harga miring. Atau justru karena kuliner Jogja yang begitu menggigit dan ngangenin?
Tentu saja kesemuanya itu benar.

Sedang di Jogja, tidak lengkap rasanya kalau belum memanjakan lidah dengan kuliner khas Yogyakarta.
Jika berencana ke Jogja, dalam perjalanan ke Jogja atau justru sudah ada di Jogja, ada baiknya mampir sejenak dan manjakan lidah sepuasnya di salah satu restoran di Yogyakarta.


Di jalan Solo Km.11,8 Kalasan Yogyakarta, ada satu resto yang cukup rekomend untuk Anda. Namanya adalah Cupuwatu Resto. Menu andalan yang ditawarkan adalah Manuk Londo.
Kebetulan saya sudah pernah makan di sana, dan hasilnya lidah saya begitu dimanjakan dengan pesona si Malon alias Manuk Londo.

Tentunya Anda penasaran apa itu Malon. Saya sendiri tidak akan banyak kasih bocoran. Karena bocoran saja tidak cukup rasanya tanpa datang sendiri ke resto dan memilih sendiri menunya.

Di sini saya akan ulas sedikit saja tentang Malon. Malon yaitu menu special dari Cupuwatu Resto yang diolah dari bahan dasar daging unggas asal Prancis yang bernama Franch Quail, dicampur dengan bebagai macam menu masakan dan memiliki rasa juga tekstur yang khas. Cocok untuk memenuhi selera kuliner Anda.

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa unggas atau bahan utamanya berasal dari luar negeri? Jadi begini, awalnya unggas ini memang dari Prancis namun sekarang sudah dikembang biakkan oleh PT. Peksi Gunaraharja yang juga membawahi PT. Cupuwatu Kaya Rasa.
Dijamin makanan yang disajikan di Cupuwatu resto halal adanya. Semua proses mulai dari penetasan telur, pakan hingga pengolahan menjadi makanan sudah ditangani oleh pakar professional.

Menu andalannya sendiri ada beberapa macam, antara lain:
- MALON BBQ, memiliki cita rasa manis seperti madu
- MALON Ala Peking, dagingnya lembut dan sangat wangi. Ada aroma dan rasa rempah yang mengigit. Warna daging matangnya agak kemerahan dan begitu menggiurkan.
- MALON Bumbu Kuning, salah satu yang terfavorit. Rasa gurihnya marasuk sampai ke tulang.
- MALON Bakar Klaten. Lebih ke rasa original. Manis jika digigit dengan sentuhan santan kental nan gurih.
- MALON Halilintar. Bagi pecinta pedas, yang satu ini tidak boleh dilupakan.

- Gudeg MALON, cirri khas kuliner Jogja adalah gudeg. Dan Gudeg di sini tidak menggunakan ayam melainkan dengan burung londo. Ada juga porsi gudeg kendil yang bisa dipesan sebagai oleh-oleh. Punya daya tahan hingga 48 Jam.
- Mie MALON, ini bagi Anda pencinta mie. Rasanya nikmat segar sepanjang mie.

- Nasi Kebuli MALON, berupa menu nasi kuning beraroma rempah khas timur tengah. Ini menu baru.

- SEGO Wiwit. Dengan rasa gurih.
Harga mulai dua puluh ribuan. Rp 20.000,-
Minuman yang ada pun macam-macam.

Jadi, meski bahan dasarnya berupa burung, jangan takut bosan atau bingung memilih menu. Karena macam-macam olahan ada dan dijamin mampu memanjakan lidah dan perut.
Tidak usah khawatir dengan kolesterol, secara kandungan kolesterol Malon lebih rendah dari bebek. Dan justru kandungan proteinnya lebih tinggi dari bebek.

PENTING
Saya baru saja menghabiskan sepiring MALON Ala Peking. Saya kasih bocoran.
Sebelum memakannya ada baiknya jika dihidu terlebih dahulu. Baui. Cium aromanya yang memikat. Tidak usah khawatir dikira katrok atau ndeso, toh ini makan kita sendiri sudah dibayar pula. Rasakan saja aromanya lebih dulu. Akan tercium aroma khas rempah yang menggelitik hidung, diteruskan oleh syaraf-syaraf ke otak dan diolah menjadi rasa lapar menggiur untuk segera menerkamnya.
Eits, tapi jangan dulu buru-buru menghabiskannya. Pelan-pelan saja. Lihatlah si MALON ala Peking yang jika sudah masak di atas meja warnanya begitu menggoda, hampir menyerupai kepiting masak. Sedikit kemerah-merahan. Cuillah sedikit lalu cocolkan pada sambal (yang lagi-lagi terasa rempah) lalu mulailah untuk mengunyahnya. Pasti akan ketagihan.
Jika kurang suka sambal, bisa juga dengan saus hitam (kalau saya lebih memilih sambal, karena aroma saus hitamnya kerasa banget. Strong).
Dicampur nasi pun jadi tambah nikmat. Oh iya, habiskan juga kepalanya yang terasa krispi. Kriuk-kriuk sensasi saat menggigit si kepala juga sayap. Bagi saya sendiri, porsi Malon ini pas.

Selain makan Malon Ala Peking, saya juga sempat mencicipi Malon BBQ. Rasanya lebih manis dibanding Malon Peking. Aromanya sama-sama harum dan nendang. Dagingnya lebih empuk mungkin karena cara masaknya juga beda. Yang ini diungkep lebih lama dan dibakar. Rasa bumbunya cukup menggiurkan dan membuat ketagihan. Sayangnya, saya hanya menikmatinya sedikit sebab sharing bareng temen. Alias saya cuma mencicipi menu di piring tetangga. :D

Nah ada lagi satu yang berhasil saya comot, Malon Kebuli.
Gurihnya nggak bisa diabaikan. Empuk dagingnya dan taburan kacang merahnya sangat cocok untuk dilahap bareng-bareng.
Oh iya, untuk Malon Kebuli ini biasanya disajikan dalam satu nampan agak besar/ semacam tampah kecil lalu dilapisi daun pisang. Lebih cocok kalau dinikmati ramai-ramai. Mungkin sedang ulang tahun atau perayaan-perayaan pesta bisa pesen menu ini. Dijamin bisa menimbulkan suasana keakraban makin lengket. Soalnya saya sudah membuktikannya. Kemarin tiba-tiba lengket gitu aja sama temen yang lagi merubung menu satu ini. Mau tidak mau kami jadi makan bersama. :D

So, tidak usah bingung jika sudah sampai Jogja dan perut keroncongan, datang saja ke arah timur bandara Adi Sucipto, tepatnya ke Jalan Solo Km. 11,8 Kalasan Yogyakarta, di Cupuwatu Resto dan silakan nikmati si Malon nan menggoda lidah.
Tempatnya cukup strategis, nyaman dan luas. Bisa dipakai buat meeting atau malah justru bisa untuk launching dan bedah buku. *jadi pingin nanti launching buku di Cupuwatu Resto*
Buat yang hobby nulis-nulis, datang saja ke tempat ini. Kenapa? Karena dijamin inspirasi dan ide-ide segar agar berdatangan. Enjoy.
Selain menu Manuk LOndo, tentu juga ada menu yang lain-lain dong. Datang aja atau kalau masih kurang percaya boleh buka Kuliner Jogja untuk lihat-lihat.

Kabarkan pada teman-teman tempat makan keren ini. Ada diskon khusus juga potongan harga. Tempatnya strategis. Suasana menyenangkan dan bikin betah. Lengkap dengan mushola nan cantik. Juga toilet yang bersih. Tempatnya luas dan ada ruang yang bisa disewa pribadi (untuk meeting, acara keluarga, ulang tahun atau lagi-lagi bedah buku kawan).

Kuliner khas Yogyakarta, ya Cupuwatu Restolah
Restoran di Yogyakarta yang keren, ya Cupuwatu Resto tempatnya
Kuliner Jogja yang ngangenin, Malon cupuwatu resto

Sang Penggembira
Mini GK

12 Response to "Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogja; Berburu Manuk Londo"

  1. Kok aku gag dibagi MALON nya kakak? aku cuma makan MALON Bakar Klaten aja.. hehhee

    salah satu yg bikin ane tericih icih dengan kuliner jogja adalah lezatnya Manuk Londo di Cupuwatu Resto Malon alias manuk londo itu burung puyuh perancis yg ditangkar di JOGJA, mantep bener !

    Malonnya enak, es telernya seger. Ngga diragukan lagi, Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogja pokokmen.

    Malonnya enak, es telernya seger. Ngga diragukan lagi, Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogja pokokmen

    Mantap bray. Ajegile dah blog elu mantep BANGET dah bray.

    Nyummmmmiiiieee...
    Ntar mampir ah lak maen" ke jogja lagi :D

    Selamat ya kakak akhirnya menang, kapan nih makan2 nya?? Kmren katanya mau traktiran dedek nya :D

    'Sesuatu ' yang belum bisa di jiplak oleh resto lain mungkin, besok kalau sudah menyebar .... ceritanya lain. Tambah laris dan semarak atau sebaliknya. Perlu adanya strategi pemasaran agar eksklusif dan tidak bisa dilakukan resto lain, 'untuk sementara ini'

    Rani says:

    pengen nyicipi manuk londo lagi di cupuwatu...

    Terimaksih atas informasinya berkaitan dengan Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogja; Berburu Manuk Londo
    Ditungu kunjungan baliknya

    Terimaksih untuk informasinya berkaitan dengan Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogja; Berburu Manuk Londo
    Ditungu kunjungan baliknya

    Terimaksih atas informasinya mengenai Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogja; Berburu Manuk Londo
    Ditungu kunjungan baliknya

Posting Komentar

Mini GK author from Gunungkidul, Indonesia

Tiket Promo

Followers